Press Release untuk UMKM: Kapan Perlu dan Bagaimana Memulainya
· Partnermedia.id
Jawaban singkat
Press release berguna untuk UMKM kalau ada kabar baru yang penting buat orang di luar pelanggan tetap, misalnya cabang baru, kerja sama, ekspor perdana, atau program sosial. Kalau isinya hanya promo, pakai iklan. Mulai dari satu kabar utama, fakta yang bisa dicek, kutipan pemilik yang disetujui, foto, dan media yang pembacanya sesuai.
Banyak pemilik usaha kecil mengira press release cuma urusan perusahaan besar yang punya tim humas sendiri. Padahal yang biasanya lebih ditimbang redaksi adalah kabarnya, bukan ukuran usahanya. Warung kopi yang membuka pelatihan barista gratis untuk anak muda di kampungnya bisa punya kabar yang lebih menarik daripada pengumuman produk dari perusahaan besar. Panduan ini membantu kamu menilai kapan UMKM perlu press release, kapan sebaiknya menunda, dan bagaimana memulainya.
Apakah UMKM perlu press release?
UMKM perlu press release kalau punya kabar baru yang berguna atau menarik buat orang di luar pelanggan tetapnya. Kalau yang mau disampaikan hanya promo atau ajakan membeli, press release bukan alat yang tepat.
Press release adalah kabar resmi yang dikirim ke redaksi media. Redaksi yang memutuskan apakah kabar itu dimuat, disunting, atau ditolak. Karena itu, pertanyaan pertamanya bukan "usahaku sudah cukup besar atau belum", tapi "apakah kabar ini layak diberitakan". Kalau kamu baru mengenal istilahnya, mulai dari Apa Itu Press Release.
Buat UMKM, liputan media punya kegunaan yang praktis. Link artikelnya bisa kamu tunjukkan ke calon pembeli, calon mitra, atau pihak yang sedang menilai proposal usahamu. Cara memakainya dibahas di Cara Memanfaatkan Link Liputan Media.
Kabar UMKM seperti apa yang layak dijadikan press release?
Kabar yang layak biasanya punya sesuatu yang baru dan menyangkut orang lain, bukan hanya pemilik usaha. Ukurannya adalah apakah pembaca yang belum kenal usahamu tetap merasa kabar itu penting.
Beberapa jenis kabar yang sering cocok untuk UMKM:
- Membuka cabang atau tempat produksi baru, apalagi kalau menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.
- Menjalin kerja sama dengan sekolah, kampus, koperasi, pemerintah daerah, atau usaha lain.
- Mengirim produk ke luar kota atau luar negeri untuk pertama kali.
- Meraih penghargaan atau lolos kurasi program, asalkan penyelenggaranya jelas dan bisa dicek.
- Menjalankan program sosial, misalnya pelatihan gratis atau kerja sama dengan petani lokal.
- Punya cerita perjalanan usaha yang tidak biasa, misalnya bangkit lagi setelah usaha sempat tutup.
Contoh situasinya kira-kira begini. Usaha keripik tempe di Malang mulai bekerja sama dengan kelompok ibu rumah tangga di desanya untuk produksi. Kabar ini jelas: siapa yang terlibat, apa yang berubah, dan kenapa penting buat warga. Sebaliknya, toko baju online yang mengumumkan diskon akhir bulan tidak membawa kabar baru buat pembaca umum.
Contoh di atas rekaan untuk latihan.
Kapan UMKM sebaiknya menunda press release?
Tunda dulu kalau kabarnya belum pasti, belum bisa dibuktikan, atau isinya murni promosi. Kabar seperti itu berisiko ditolak redaksi, dan uangmu bisa terbuang kalau kamu memakai jasa berbayar.
Tanda-tanda kamu sebaiknya menunggu:
- Kerja sama masih tahap obrolan dan belum ada kesepakatan tertulis.
- Kamu belum mendapat izin dari pihak lain yang namanya akan disebut.
- Klaimnya sulit dicek, misalnya "produk terlaris se-Indonesia" tanpa data.
- Pembaca belum punya tempat untuk mencari tahu lebih lanjut, seperti akun media sosial yang aktif, nomor WhatsApp, atau alamat toko.
- Yang mau disampaikan sebenarnya harga, diskon, atau kode promo.
Untuk kabar promosi, iklan atau advertorial lebih jujur dan lebih pas. Bedanya dibahas di Press Release vs Advertorial.
Ada tes sederhana yang bisa kamu coba. Hapus semua kata promosi dari kabarmu. Kalau yang tersisa masih menarik, kabar itu bisa dijadikan press release. Kalau isinya habis, simpan untuk konten promosi.
Bagaimana UMKM memulai press release pertama?
Mulai dari satu kabar yang paling kuat, lalu siapkan bahan pendukungnya sebelum menulis. Naskah yang baik biasanya lahir dari bahan yang lengkap, bukan dari kalimat yang indah.
Ini urutan yang bisa kamu ikuti:
- Pilih satu kabar utama. Jangan gabungkan pembukaan cabang, produk baru, dan penghargaan dalam satu naskah. Redaksi lebih mudah memuat kabar yang fokus.
- Kumpulkan fakta dasar. Catat tanggal, lokasi, nama pihak yang terlibat, angka yang bisa dibuktikan, dan alasan kabar itu penting.
- Siapkan kutipan. Kutipan dari pemilik atau mitra memberi suara manusia pada naskah. Tulis seperti orang bicara, lalu minta orang yang dikutip menyetujuinya. Tipsnya ada di Cara Menulis Kutipan Narasumber.
- Tulis profil singkat usaha. Paragraf penutup ini menjelaskan siapa kamu, sejak kapan berdiri, dan apa yang kamu kerjakan. Namanya boilerplate, dan cara menulisnya ada di Apa Itu Boilerplate.
- Siapkan foto yang jelas. Pilih foto tempat usaha, proses produksi, atau momen kerja sama. Pastikan orang di foto setuju fotonya dipakai.
- Tentukan media sasaran. Pikirkan dulu siapa yang perlu membaca. Kabar lokal lebih cocok di media daerah, sedangkan kabar ekspor mungkin pas di media bisnis. Panduannya ada di Cara Memilih Media untuk Press Release.
- Periksa ulang sebelum mengirim. Cek nama, ejaan, angka, dan nomor kontak. Daftar lengkapnya ada di Checklist Sebelum Mengirim Press Release.
Kalau kamu memilih menulis sendiri, susunan naskahnya bisa diikuti di Cara Menulis Press Release yang Dilirik Redaksi.
Satu contoh lagi untuk langkah di atas. Sekar Ayuningtyas, pemilik usaha sambal kemasan di Klaten, baru menandatangani kerja sama pasokan cabai dengan kelompok tani di desanya. Sebelum menulis, ia memastikan ketua kelompok tani setuju namanya disebut, menyiapkan foto panen bersama, dan memilih media daerah yang dibaca warga Klaten dan sekitarnya.
Nama dan situasi di atas rekaan untuk latihan.
Lebih baik menulis sendiri atau pakai jasa?
Dua-duanya masuk akal, tergantung waktu, kemampuan menulis, dan anggaranmu. Kalau kamu terbiasa menulis dan sempat menghubungi redaksi satu per satu, jalur sendiri tidak memerlukan biaya jasa, tapi juga tidak ada kepastian kabarmu dimuat.
Kalau kamu ingin naskahnya rapi tapi tetap mau mengirim sendiri, ada jalan tengah. Di Partnermedia.id, paket Naskah Saja seharga Rp150 ribu sekali bayar berisi naskah 300–500 kata bergaya jurnalistik dalam format Word dan Google Docs, selesai dalam 1–2 hari kerja. Paket ini tanpa distribusi, jadi pengiriman ke redaksi tetap kamu yang urus.
Kalau kamu ingin kabarmu langsung didistribusikan, paket terkecilnya Starter, Rp7 juta untuk 5 media online dari harga normal Rp14 juta. Paket ini sudah termasuk penulisan naskah, bebas pilih media sesuai jumlah paket, garansi tayang, tayang permanen selama situs media aktif, terindeks Google, dan laporan link semua artikel. Harga berlaku per 20 Oktober 2026 dan bisa berubah. Perbandingan lengkapnya ada di Biaya Press Release dan Tulis Sendiri atau Pakai Jasa?.
Tanya-jawab
Apakah usahaku termasuk UMKM?
Menurut ulasan Klinik Hukumonline yang merujuk PP Nomor 7 Tahun 2021, UMKM dikelompokkan berdasarkan modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Dari sisi penjualan, usaha mikro paling banyak Rp2 miliar per tahun, usaha kecil lebih dari Rp2 miliar sampai Rp15 miliar, dan usaha menengah lebih dari Rp15 miliar sampai Rp50 miliar. Untuk urusan resmi seperti perizinan, cek langsung aturannya atau tanyakan ke dinas terkait. Press release sendiri tidak mensyaratkan status UMKM, jadi kabarmu tetap bisa dirilis apa pun golongan usahamu.
Apakah media mau memuat kabar dari usaha kecil?
Yang biasanya ditimbang redaksi adalah kabarnya, bukan ukuran usahanya. Kabar yang baru, jelas, dan bisa dicek punya peluang lebih baik, sedangkan naskah penuh promosi cenderung dipotong atau ditolak. Redaksi tetap berhak menyunting atau menolak naskah apa pun.
Apakah UMKM harus punya website sebelum merilis press release?
Website tidak wajib, tapi pembaca perlu tempat untuk mencari tahu lebih lanjut. Akun media sosial yang aktif, nomor WhatsApp usaha, atau alamat toko yang jelas sudah cukup membantu. Cantumkan kontak itu di bagian akhir naskah.
Seberapa sering UMKM sebaiknya merilis press release?
Tidak ada patokan baku soal frekuensi. Rilis setiap kali ada kabar yang benar-benar baru, bukan karena mengejar jadwal. Beberapa kabar kuat dalam setahun lebih berguna daripada kabar tipis yang dipaksakan tiap bulan.
Bisakah press release langsung menaikkan penjualan?
Tidak ada jaminan press release langsung menaikkan penjualan. Kegunaannya lebih ke membangun kepercayaan, misalnya lewat link liputan yang bisa kamu tunjukkan ke calon pembeli atau mitra. Untuk dorongan penjualan langsung, promosi dan iklan biasanya lebih tepat.
Siap merilis kabar pertama usahamu?
Kalau kamu sudah punya kabar yang layak dirilis, Partnermedia.id bisa membantu sesuai kebutuhanmu. Pilih Naskah Saja kalau kamu hanya butuh naskah rapi untuk dikirim sendiri, atau paket distribusi kalau ingin kabarmu tayang di media online nasional dengan garansi tayang dan laporan link semua artikel. Redaksi tetap berhak menyunting atau menolak naskah. Kalau ditolak, naskah bisa direvisi atau dialihkan ke media pengganti, dan kalau keduanya tidak memungkinkan, biaya media itu dikembalikan. Kalau masih ragu kabarmu layak atau belum, ceritakan saja lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.
Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.
Konsultasi lewat WhatsApp