Blog · Panduan
Cara Menulis Press Release yang Dilirik Redaksi
· Partnermedia.id
Redaksi media online bisa menerima banyak press release dalam sehari. Editor biasanya membaca judul dan paragraf pertama dulu, lalu memutuskan apakah naskahmu layak dibaca sampai habis. Jadi tugas utamamu adalah membuat bagian paling atas itu jelas. Panduan ini membahas susunannya dari atas ke bawah, plus kesalahan yang sering membuat naskah dilewati.
Pakai susunan piramida terbalik
Piramida terbalik artinya informasi paling penting ada di paling atas, lalu makin ke bawah makin rinci. Susunan ini dipakai di banyak berita karena redaksi bisa memotong paragraf terakhir tanpa membuang inti kabar.
Urutan yang bisa kamu pakai:
- Judul yang menyebut kejadiannya
- Lead, yaitu paragraf pembuka yang berisi inti kabar
- Penjelasan dan data pendukung
- Kutipan dari orang yang berwenang
- Latar belakang singkat tentang bisnismu
- Kontak untuk media
Kalau editor hanya sempat membaca judul dan paragraf pertama, dia tetap harus paham kabarnya.
Judul: sebut kejadiannya
Judul press release bukan tempat bermain teka-teki. Tulis siapa melakukan apa. Bandingkan dua judul rekaan ini:
- "Langkah Besar untuk Masa Depan yang Lebih Baik"
- "Koperasi Tani di Garut Buka Gudang Pendingin untuk Sayur Petani Anggota"
Judul kedua langsung memberi tahu kabarnya. Usahakan judul tetap pendek, kira-kira satu baris, dan hindari kata seperti "terbaik", "pertama", atau "fenomenal" kalau kamu tidak bisa membuktikannya.
Lead: jawab 5W1H
Lead adalah paragraf pertama. Di sini kamu menjawab enam pertanyaan dasar yang disebut 5W1H: apa (what), siapa (who), kapan (when), di mana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how). Tidak semua harus masuk satu kalimat. Yang penting, setelah membaca lead, pembaca tahu apa yang terjadi.
Lead yang baik biasanya dua sampai tiga kalimat. Hindari membuka dengan sejarah perusahaan atau kalimat umum seperti "Di tengah persaingan yang ketat…", dan langsung masuk ke kejadiannya.
Kutipan: suara orang, bukan brosur
Kutipan memberi wajah manusia pada kabarmu. Ambil dari pemilik, direktur, atau orang yang memang terlibat. Kutipan yang baik menjelaskan alasan atau sikap, bukan mengulang fakta yang sudah ada di lead.
Contoh kutipan lemah (rekaan): "Kami sangat bangga dan berkomitmen memberikan yang terbaik bagi pelanggan."
Kutipan yang lebih berisi menjelaskan kenapa keputusan itu diambil, apa masalah yang mau diselesaikan, atau apa langkah berikutnya. Tulis nama lengkap dan jabatan orangnya.
Data: angka yang bisa dicek
Angka membuat kabar lebih kuat, asalkan sumbernya jelas. Sebut dari mana datanya: survei internal, laporan resmi, atau lembaga tertentu. Kalau angkanya hasil survei sendiri, tulis berapa responden dan kapan survei dilakukan. Angka kecil yang jelas asal-usulnya lebih mudah dipercaya daripada angka besar yang tidak bisa dicek.
Kontak dan latar belakang
Di bagian akhir, tulis satu paragraf pendek tentang bisnismu: bergerak di bidang apa, sejak kapan, dan di mana. Setelah itu cantumkan kontak yang bisa dihubungi wartawan, yaitu nama, nomor telepon atau WhatsApp, dan email kalau ada. Pastikan nomornya aktif dan orangnya siap menjawab, karena wartawan kadang perlu konfirmasi cepat.
Panjang: 300–500 kata sudah cukup
Sebagai patokan, 300–500 kata biasanya sudah cukup memuat lead, penjelasan, kutipan, dan kontak. Naskah yang terlalu panjang biasanya berisi pengulangan atau promosi. Kalau kamu punya data lengkap, simpan sebagai lampiran atau tautan, jangan dijejalkan ke badan naskah.
Contoh rekaan
Contoh berikut rekaan untuk latihan. Nama usaha, orang, dan angkanya tidak nyata.
Kedai Kopi Lereng Buka Kelas Sangrai untuk Pemilik Warung Kopi di Temanggung
TEMANGGUNG – Kedai Kopi Lereng membuka kelas sangrai kopi gratis untuk 20 pemilik warung kopi di Kabupaten Temanggung mulai 3 November 2026. Kelas berlangsung empat kali pertemuan di dapur produksi kedai di Kecamatan Kledung. Program ini dibuat karena banyak warung di sekitar kedai masih membeli kopi sangrai dari luar kota.
"Petani di sini menanam kopi, tapi warungnya justru membeli kopi sangrai dari kota lain. Kami ingin warung sekitar bisa menyangrai sendiri," kata Rina Hartati, pemilik Kedai Kopi Lereng.
Lihat bagaimana paragraf pertama sudah menjawab apa, siapa, kapan, di mana, dan mengapa. Kutipannya menjelaskan alasan, bukan memuji diri sendiri.
Kesalahan yang sering terjadi
- Bahasa iklan. Kata seperti "terbaik", "termurah", atau "wajib coba" membuat naskah terbaca seperti brosur. Redaksi bisa memotongnya atau menolak naskahnya.
- Inti kabar terkubur. Kabar utamanya baru muncul di paragraf keempat setelah sejarah perusahaan.
- Judul kabur. Judul tidak menyebut siapa dan apa.
- Angka tanpa sumber. Klaim seperti "dipercaya ribuan pelanggan" tanpa bukti membuat redaksi ragu pada isi naskah lainnya.
- Kutipan kosong. Kutipan yang isinya rasa bangga dan terima kasih saja tidak menambah informasi.
- Kontak tidak lengkap. Wartawan ingin konfirmasi tapi tidak tahu harus menghubungi siapa.
- Salah ketik nama dan jabatan. Kelihatannya kecil, tapi bisa membuat naskah harus diperiksa ulang.
Sebelum mengirim, coba baca naskahmu sambil membayangkan kamu editor yang belum pernah mendengar nama bisnismu. Kalau setelah paragraf pertama kamu sudah paham kabarnya, naskahmu siap.
Mau dibantu menulis?
Kalau kabarnya sudah ada tapi kamu belum sempat menyusunnya, paket Naskah Saja dari Partnermedia (Rp150 rb) menghasilkan naskah 300–500 kata bergaya jurnalistik dalam format Word dan Google Docs, selesai 1–2 hari kerja. Ceritakan kabarmu lewat WhatsApp di wa.me/6287886446411 (Senin–Jumat, 09.00–18.00).