Chat WhatsApp

Cara Menulis Kutipan Narasumber di Press Release agar Tidak Terdengar Kaku

· Partnermedia.id

Balon ucapan dari kertas putih di latar merah muda
Foto: Miguel Á. Padriñán / Pexels

Jawaban singkat

Kutipan narasumber di press release terdengar hidup kalau berisi alasan, detail, atau rencana yang spesifik, bukan kata seperti 'bangga' dan 'berkomitmen'. Ambil bahannya dari wawancara singkat, rapikan tanpa mengubah maksud, baca keras-keras, lalu minta persetujuan narasumber sebelum naskah dikirim ke media. Satu kutipan cukup memuat satu gagasan.

"Kami sangat antusias dan berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas." Kalimat seperti itu muncul di banyak press release, dan pembaca mudah melupakannya. Padahal kutipan adalah bagian naskah tempat pembaca mendengar suara orang di balik kabarmu. Panduan ini membahas cara menulis kutipan yang terdengar seperti orang sungguhan bicara, lengkap dengan contoh versi kaku dan versi perbaikannya.

Apa fungsi kutipan narasumber di press release?

Kutipan menyampaikan alasan, sikap, atau pengalaman orang yang terlibat, sesuatu yang tidak bisa disampaikan paragraf fakta. Fakta menjawab apa yang terjadi. Kutipan menjawab kenapa keputusan itu diambil dan apa artinya bagi orang lain.

Buat redaksi, kutipan yang berisi adalah bahan yang bisa langsung dipakai dalam berita. Kutipan yang isinya pujian untuk diri sendiri tidak menambah informasi, jadi berisiko dipotong. Susunan naskah secara keseluruhan sudah dibahas di Cara Menulis Press Release yang Dilirik Redaksi. Artikel ini fokus ke satu bagian itu saja.

Kenapa kutipan press release sering terdengar kaku?

Penyebab yang sering terjadi: kutipan ditulis di meja kantor, bukan diambil dari ucapan narasumber. Penulisnya memilih kata yang terasa aman, seperti bangga, berkomitmen, sinergi, dan inovatif. Tata bahasanya benar, tapi tidak ada orang yang bicara seperti itu saat ditanya langsung.

Kamu bisa mengenali kutipan kaku dari tanda-tanda ini:

  • Kalimatnya bisa ditempel ke press release perusahaan lain tanpa diubah.
  • Isinya mengulang fakta yang sudah ada di paragraf pertama.
  • Penuh kata sifat tanpa bukti, misalnya terbaik, terdepan, atau luar biasa.
  • Kalimatnya panjang dan berlapis, sulit diucapkan dalam satu tarikan napas.
  • Bunyinya seperti slogan, bukan jawaban atas sebuah pertanyaan.

Seperti apa contoh kutipan kaku dan kutipan yang hidup?

Bedanya ada di isi. Kutipan yang hidup menyebut alasan, detail, atau rencana yang spesifik, sedangkan kutipan kaku hanya menyebut perasaan dan niat baik.

SituasiKutipan kakuKutipan yang lebih hidup
Kedai kopi membuka cabang kedua"Kami sangat bangga dapat terus berkembang dan hadir lebih dekat dengan pelanggan.""Banyak pelanggan kami datang dari seberang sungai dan antre sejak pagi. Cabang kedua ini kami buka di sisi mereka."
Bengkel motor meluncurkan layanan antar-jemput"Inovasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik.""Banyak pelanggan kami pengemudi ojek daring. Sehari motornya di bengkel berarti sehari tanpa pemasukan, jadi kami antar balik sebelum sore."
Toko online menarik produk cacat"Kami senantiasa mengutamakan kepuasan pelanggan.""Tali tas dari satu kelompok produksi ternyata mudah lepas. Semua pembelinya bisa menukar tanpa biaya, dan kami sudah mengganti pemasok tali."

Semua contoh di atas rekaan untuk latihan.

Perhatikan kolom paling kanan. Tidak ada kata "bangga" atau "komitmen", tapi pembaca langsung paham masalahnya, siapa yang terbantu, dan apa yang dilakukan. Contoh terakhir juga menunjukkan bahwa kutipan yang mengakui kesalahan bisa terdengar lebih jujur daripada janji umum.

Bagaimana cara menulis kutipan yang terdengar seperti orang bicara?

Mulai dari wawancara singkat dengan narasumber, lalu pilih kalimat yang paling jujur dan spesifik dari jawabannya. Ini langkah yang bisa kamu ikuti:

  • Tanya dulu, tulis kemudian. Tanyakan kenapa keputusan ini diambil, masalah apa yang mau diselesaikan, dan apa yang berubah buat pelanggan. Catat jawabannya, atau rekam kalau narasumber mengizinkan.
  • Ambil kalimat yang paling spesifik. Pilih jawaban yang menyebut orang, tempat, angka, atau kejadian nyata.
  • Rapikan seperlunya. Buang kata pengisi, pengulangan, dan kalimat yang terputus. Jangan ganti kata-kata narasumber dengan istilah kantor, dan jangan ubah maksudnya.
  • Satu kutipan, satu gagasan. Kalau narasumber membahas alasan dan rencana sekaligus, pecah jadi dua kutipan di tempat berbeda.
  • Taruh inti di kalimat pertama. Redaksi berhak menyunting naskah, dan kutipan panjang mudah terpotong di tengah. Kalau kalimat pertama sudah berisi, kutipanmu tetap bermakna meski dipendekkan.
  • Ganti kata sifat dengan bukti. Daripada "pelayanan terbaik", sebut apa yang dilakukan, misalnya motor diantar balik sebelum sore.
  • Baca keras-keras. Kalau kamu tersandung saat membacanya, besar kemungkinan narasumbermu juga tidak bicara seperti itu. Pemilik kedai kopi tidak perlu terdengar seperti direktur bank.

Siapa yang pantas dikutip, dan berapa banyak kutipannya?

Kutip orang yang punya wewenang atau terlibat langsung dalam kabar itu. Untuk naskah pendek, satu atau dua narasumber dengan dua kutipan sering sudah cukup.

Pemilik atau direktur cocok untuk menjelaskan keputusan dan alasannya. Orang yang menangani langsung, seperti kepala dapur, teknisi, atau kepala cabang, cocok untuk detail cara kerja. Kalau kabarnya soal kerja sama, wakil dari pihak mitra juga layak dikutip. Contoh naskahnya ada di Contoh Press Release Kerja Sama dan Kemitraan Bisnis.

Tulis nama lengkap dan jabatan saat narasumber pertama kali disebut. Setelah itu cukup nama depannya. Kalau ingin mengutip pelanggan atau warga, minta izin dulu dan pastikan namanya boleh ditulis.

Apakah kutipan harus disetujui narasumber?

Ya, kutipan harus disetujui narasumber. Kirim kutipan atau seluruh naskah ke narasumber, lalu minta persetujuannya sebelum press release dikirim ke media.

Kutipan di press release akan dibaca sebagai ucapan orang itu, bahkan bisa dimuat ulang dalam berita. Kode Etik Jurnalistik Pasal 1 meminta wartawan menghasilkan berita yang akurat, dan bagian penafsirannya mengartikan akurat sebagai "dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi" (RMOL). Kutipan yang ditulis tanpa sepengetahuan narasumber belum tentu sesuai keadaan sebenarnya. Kalau belakangan narasumber membantah, kepercayaan redaksi pada kiriman berikutnya bisa ikut turun.

Supaya aman, lakukan tiga langkah berikut:

  • Simpan bukti persetujuan, misalnya balasan chat atau email dari narasumber.
  • Kalau narasumber mengubah kalimatnya, pakai versi mereka. Kamu boleh menyarankan agar tetap spesifik, tapi keputusan akhir ada di narasumber.
  • Kalau ada kutipan dari pihak luar, seperti mitra, minta persetujuan dari orang itu juga, bukan cuma dari atasanmu.

Bagaimana cara menulis tanda baca kutipan yang benar?

Apit ucapan langsung dengan tanda petik dua, lalu pisahkan dari keterangan pembicara dengan koma. Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, pedoman ejaan bahasa Indonesia yang terbit tahun 2022, memuat aturan bahwa tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat (detikEdu).

Dalam press release, pola yang umum adalah kutipan dulu, lalu nama dan jabatan. Contoh berikut rekaan, nama orang dan warungnya tidak nyata:

"Pelanggan kami kebanyakan pekerja pabrik yang pulang lewat tengah malam, jadi dapur kami tetap buka sampai jam dua," kata Agus Pramudya, pemilik Warung Sambel Ijo Pak Agus.

Koma ditaruh di dalam tanda petik, sebelum kata "kata", sama seperti contoh petikan langsung di detikEdu.

Kalau ucapan narasumber terlalu panjang atau berbelit, ringkas jadi kutipan tidak langsung tanpa tanda petik. Contohnya: Agus mengatakan dapurnya buka sampai larut karena sebagian besar pembelinya pekerja pabrik. Maksudnya tetap harus sama dengan ucapan aslinya.

Tanya-jawab

Boleh menulis kutipan atas nama narasumber?

Boleh merancangnya, asalkan narasumber membaca, menyetujui, dan memang sependapat dengan isinya. Hasilnya biasanya lebih hidup kalau rancangan itu berangkat dari jawaban wawancara, bukan dari kalimat yang kamu karang sendiri. Kutipan rancangan tanpa persetujuan jangan dikirim ke media.

Berapa panjang kutipan yang ideal?

Tidak ada aturan baku soal panjang kutipan. Satu sampai tiga kalimat biasanya cukup untuk satu gagasan. Kalau lebih panjang, pecah jadi dua kutipan atau ubah sebagian jadi kutipan tidak langsung.

Bagaimana kalau narasumber ingin kutipannya penuh pujian?

Jelaskan bahwa kalimat yang memuji diri sendiri tidak menambah informasi dan berisiko dipotong redaksi. Tawarkan versi yang menyebut bukti, misalnya apa yang berubah buat pelanggan. Pilihan akhirnya tetap di tangan narasumber.

Apakah kutipan boleh berisi angka?

Boleh, kalau narasumber memang menyampaikannya dan angkanya bisa dicek. Data yang lengkap lebih jelas ditulis di badan naskah. Kutipan lebih cocok untuk menjelaskan arti angka itu bagi bisnis atau pelangganmu.

Butuh bantuan merapikan naskah dan kutipanmu?

Kalau kamu sudah punya kabar tapi bingung menuliskannya, Partnermedia.id bisa menyusun naskahnya. Paket Naskah Saja seharga Rp150 ribu menghasilkan naskah 300–500 kata bergaya jurnalistik dalam format Word dan Google Docs, selesai dalam 1–2 hari kerja, tanpa distribusi. Kalau ingin sekalian ditayangkan, paket distribusi sudah termasuk penulisan naskah gratis, bebas pilih media sesuai jumlah paket, dan laporan link semua artikel yang tayang. Kutipan tetap perlu disetujui narasumbermu sebelum naskah dikirim. Ceritakan kabarmu lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.

Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.

Konsultasi lewat WhatsApp