Chat WhatsApp

Cara Memilih Jasa Press Release: 7 Pertanyaan Sebelum Membayar

· Partnermedia.id

Tangan menandatangani dokumen di meja kerja
Foto: Karola G / Pexels

Jawaban singkat

Sebelum membayar jasa press release, tanyakan tujuh hal: media mana yang dituju dan statusnya, siapa yang menulis naskah, apa yang terjadi kalau redaksi menolak, bagaimana tulisan tampil di media, janji apa soal waktu dan Google, laporan apa yang kamu terima, serta rincian biaya dan cara bayar. Minta semua jawabannya tertulis.

Banyak jasa press release menawarkan paket yang sekilas mirip: sekian media, sekian hari, harga sekian. Bedanya baru terasa setelah uang terkirim, misalnya saat daftar medianya ternyata tidak bisa kamu cek atau naskah ditolak tanpa kejelasan. Tujuh pertanyaan di bawah ini berlaku untuk penyedia mana pun. Ajukan sebelum membayar, lalu bandingkan jawabannya.

Kenapa perlu bertanya sebelum membayar jasa press release?

Yang kamu beli adalah janji kerja, bukan barang yang bisa dilihat dulu. Jawaban penyedia jadi pegangan utamamu untuk menilai apa yang akan kamu terima.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang disahkan di Jakarta pada 20 April 1999, menyebut konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa (Pasal 4 huruf c). Pasal 7 huruf b memuat kewajiban serupa dari sisi pelaku usaha (Wikisource). Jadi bertanya detail itu wajar, bukan rewel. Penyedia yang serius seharusnya bisa menjawab dengan lugas.

Pertanyaan 1: Media mana saja yang dituju, dan bisakah kamu mengeceknya?

Minta daftar nama media sebelum membayar, bukan sesudahnya. Tanpa daftar itu, kamu tidak bisa menilai apakah media tujuannya cocok dengan pembaca yang kamu incar.

Setelah daftar di tangan, cek dua hal. Pertama, apakah media itu biasa memuat topik seperti kabarmu, misalnya rubrik bisnis, teknologi, atau berita daerah tertentu. Kedua, periksa status media tersebut di Dewan Pers. Situs Dewan Pers punya halaman Data Perusahaan Pers yang bisa disaring menurut status Terverifikasi Administrasi dan Terverifikasi Faktual (Dewan Pers). Arti kedua status itu dibahas di Kenapa Media Terverifikasi Dewan Pers Penting untuk Press Release?, sedangkan kriteria memilih media ada di Cara Memilih Media yang Tepat untuk Press Release Bisnismu.

Pertanyaan 2: Siapa yang menulis naskah, dan bisakah kamu menyetujuinya dulu?

Pastikan naskah ditulis dengan gaya berita dan kamu diberi kesempatan membaca serta menyetujuinya sebelum dikirim ke media. Naskah yang sudah tayang jauh lebih sulit diubah.

Tanyakan juga bahan apa yang perlu kamu siapkan, misalnya fakta, kutipan, foto, dan kontak. Lalu tanyakan berapa kali revisi yang termasuk dalam harga. Hati-hati dengan naskah yang penuh kata seperti "terbaik" atau "nomor satu". Redaksi bisa memotong bahasa promosi seperti itu, atau menolak naskahnya. Susunan naskah yang lebih aman ada di Cara Menulis Press Release yang Dilirik Redaksi.

Pertanyaan 3: Apa yang terjadi kalau redaksi menolak naskah?

Jawaban yang baik menyebut langkah yang jelas, misalnya revisi naskah, pindah ke media pengganti, atau pengembalian biaya untuk media itu. Jawaban kabur seperti "nanti diusahakan" patut kamu catat sebagai tanda waspada.

Keputusan memuat atau tidak memuat umumnya ada di redaksi, siapa pun penyedianya. Karena itu, yang penting bukan janji "pasti tayang", melainkan apa yang terjadi saat naskah tidak dimuat. Minta ketentuan ini tertulis, entah di penawaran, invoice, atau pesan resmi dari penyedia.

Pertanyaan 4: Bagaimana tulisanmu akan tampil di media?

Tanyakan apakah tulisan akan tampil sebagai berita biasa atau diberi label tertentu.

Pedoman Pemberitaan Media Siber, yang ditandatangani Dewan Pers bersama komunitas pers di Jakarta pada 3 Februari 2012, mewajibkan media siber membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan. Pedoman itu juga mewajibkan setiap berita, artikel, atau isi yang merupakan iklan dan/atau isi berbayar mencantumkan keterangan seperti "advertorial", "iklan", "ads", atau "sponsored" (ANTARA). Media siber adalah media yang memakai internet dan menjalankan kegiatan jurnalistik. Jadi penyedia yang jujur tidak akan menjanjikan isi berbayar pasti tampil tanpa label. Beda press release dan iklan berbentuk artikel dibahas di Press Release vs Advertorial.

Pertanyaan 5: Apa yang dijanjikan soal waktu tayang dan Google?

Perkiraan waktu tayang wajar diberikan, tetapi tanggal pasti sulit dijamin karena jadwal muat umumnya ada di tangan redaksi. Waspadai juga janji "pasti halaman 1 Google" atau "pasti masuk Google News".

Bedakan perkiraan dan janji. Kalimat "umumnya tayang sehari setelah naskah disetujui, media besar bisa lebih lama" masih masuk akal. Kalimat "dijamin tayang tanggal 5" patut dipertanyakan, karena keputusan muat umumnya bukan milik penyedia. Begitu juga soal Google: urutan hasil pencarian ditentukan Google, bukan penyedia jasa. Penjelasan lengkapnya ada di Berapa Lama Press Release Tayang dan Press Release dan Google News.

Pertanyaan 6: Laporan apa yang kamu terima setelah tayang?

Minta laporan berisi link setiap artikel yang tayang, bukan sekadar tangkapan layar atau kalimat "sudah tayang di banyak media". Dengan link, kamu bisa membuka dan memeriksa sendiri tiap tulisan.

Tanyakan juga berapa lama artikel bertahan online. Jawaban yang jujur mengaitkannya dengan situs media, karena artikel hanya bisa dibuka selama situsnya aktif. Langkah sesudah link di tangan dibahas di Artikel Press Release Sudah Terbit, Lalu Apa?.

Pertanyaan 7: Berapa total biayanya, dan bagaimana cara bayarnya?

Minta harga total beserta rinciannya: jumlah media, apakah penulisan naskah sudah termasuk, dan biaya tambahan kalau ada. Tanyakan pula cara bayar dan kapan invoice dikirim.

Harga yang lebih rendah belum tentu lebih hemat kalau medianya tidak relevan atau tidak ada laporan link. Pastikan paket dan daftar media sudah disepakati sebelum transfer, dan rekening tujuannya atas nama yang jelas. Gambaran faktor yang memengaruhi harga ada di Biaya Press Release.

Bagaimana memakai tujuh pertanyaan ini untuk membandingkan penyedia?

Kirim pertanyaan yang sama ke dua atau tiga penyedia, lalu catat jawabannya berdampingan. Penyedia yang menjawab spesifik dan tertulis lebih mudah dimintai tanggung jawab.

PertanyaanJawaban yang bisa dipegangTanda waspada
Media tujuanDaftar nama media sebelum bayarDaftar baru diberikan setelah transfer
Penulisan naskahNaskah dikirim dulu untuk kamu setujuiNaskah langsung dikirim ke media
Kalau ditolakRevisi, media pengganti, atau pengembalian biaya"Diusahakan" tanpa rincian
Tampilan di mediaPenjelasan soal label isi berbayarJanji pasti tampil tanpa label
Waktu dan GooglePerkiraan dengan catatanTanggal pasti atau halaman 1 Google
LaporanLink tiap artikelHanya tangkapan layar
BiayaRincian tertulis dan invoiceHarga tanpa rincian

Contoh rekaan: Ratna, pemilik toko kue di Malang, ingin mengabarkan kerja sama tokonya dengan sekolah kuliner setempat. Penyedia A langsung mengirim daftar media dan ketentuan kalau naskah ditolak. Penyedia B hanya menjawab "pokoknya pasti tayang dan masuk Google". Harga B lebih rendah, tetapi Ratna tidak punya pegangan kalau hasilnya meleset. Akhirnya Ratna memilih penyedia A. (Ratna, tokonya, dan kedua penyedia ini rekaan.)

Kalau kamu bimbang antara menulis sendiri atau memakai jasa, baca Tulis Press Release Sendiri atau Pakai Jasa? lebih dulu.

Tanya-jawab

Apakah jasa press release yang murah pasti buruk?

Harga murah belum tentu berarti buruk. Harga rendah bisa wajar kalau jumlah medianya sedikit atau layanannya hanya penulisan naskah. Nilai penyedia dari jawaban atas tujuh pertanyaan tadi, bukan dari harga semata.

Bolehkah meminta daftar media sebelum membayar?

Boleh, dan sebaiknya memang diminta. Daftar itu yang membuatmu bisa menilai kecocokan media dan mengecek statusnya di situs Dewan Pers. Kalau penyedia menolak menyebutkannya sama sekali, pertimbangkan penyedia lain.

Apa arti garansi tayang?

Artinya tergantung ketentuan tiap penyedia, jadi minta penjelasannya tertulis. Tanyakan apa yang terjadi kalau redaksi menolak, misalnya revisi, media pengganti, atau pengembalian biaya. Garansi tayang tidak sama dengan jaminan tanggal tayang atau posisi di Google.

Apakah wajar jasa press release meminta bayar di awal?

Pembayaran di awal bisa saja wajar, asalkan paket, daftar media, dan ketentuannya sudah disepakati lebih dulu. Minta invoice yang mencantumkan rincian itu. Hindari mentransfer uang hanya berdasarkan janji lisan.

Perlukah membandingkan lebih dari satu penyedia?

Perlu, kalau waktumu memungkinkan. Membandingkan dua atau tiga penyedia membantumu melihat jawaban mana yang spesifik dan mana yang mengambang.

Sedang membandingkan jasa press release?

Ini jawaban Partnermedia.id untuk beberapa pertanyaan di atas. Di paket distribusi, penulisan naskah sudah termasuk, kamu bebas memilih media sesuai jumlah paket, ada garansi tayang, dan kamu menerima laporan link semua artikel. Kalau redaksi menolak, naskah bisa direvisi atau dialihkan ke media pengganti, dan kalau keduanya tidak memungkinkan, biaya media itu dikembalikan. Artikel umumnya tayang 1×24 jam setelah naskah disetujui, tetapi itu perkiraan, bukan janji, dan media besar bisa butuh 2–3 hari kerja. Artikel tayang permanen selama situs media aktif, sedangkan Google News dan halaman 1 Google tidak dijamin. Pembayaran di awal lewat transfer bank, dengan invoice setelah paket dan media disepakati. Tanyakan sisanya lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.

Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.

Konsultasi lewat WhatsApp