Chat WhatsApp

Kapan Waktu Terbaik Merilis Press Release? Hari, Jam, dan Momen yang Tepat

· Partnermedia.id

Kalender terbuka di atas meja
Foto: Natalia S / Pexels

Jawaban singkat

Tidak ada hari atau jam yang pasti terbaik untuk merilis press release, karena tiap media punya ritme sendiri. Waktu yang tepat adalah saat kabarmu masih baru dan sudah pasti, jauh dari tanggal merah dan momen besar yang menyedot perhatian, dengan naskah siap beberapa hari sebelumnya. Kalau kabar belum boleh terbit, pakai 'embargo' yang disepakati dengan wartawan.

Naskah press release sudah rapi, kutipan pemilik sudah disetujui, dan tinggal satu pertanyaan: kirim kapan? Sebagian tulisan di internet menyebut hari atau jam tertentu sebagai yang "paling bagus". Klaim seperti itu belum tentu berlaku di semua media di Indonesia, jadi panduan ini tidak akan memberimu jam ajaib. Yang bisa kamu kendalikan adalah hal lain: tanggal yang dihindari, kesiapan kabar, dan cara menahan kabar sampai waktunya tiba.

Adakah hari dan jam terbaik untuk merilis press release?

Tidak ada hari atau jam yang pasti terbaik untuk semua press release. Waktu yang tepat lebih ditentukan oleh kabarmu sendiri dan kesibukan redaksi di hari itu.

Setiap media punya ritme kerja, jumlah wartawan, dan rubrik yang berbeda. Media bisnis, media daerah, dan media gaya hidup tidak membaca kiriman dengan cara yang sama. Karena itu, anjuran seperti "Selasa pagi paling efektif" sebaiknya kamu anggap sebagai kebiasaan orang tertentu, bukan aturan.

Pertanyaan yang lebih berguna adalah: kapan kabarmu paling layak diberitakan, dan kapan redaksi punya ruang untuk membacanya?

Tanggal apa saja yang sebaiknya dihindari?

Hindari tanggal merah, cuti bersama, dan hari ketika ada peristiwa besar yang menyedot perhatian publik. Di tanggal-tanggal itu, kabar bisnis yang tidak mendesak lebih mudah tergeser.

Patokan paling gampang adalah keputusan resmi pemerintah soal hari libur. Untuk 2026, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB menetapkan 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama (Setneg). Di daftar 2026, semua cuti bersama menempel di hari libur, misalnya 24 Desember (Kamis) yang mendahului libur Natal 25 Desember (Jumat). Daftar ini berganti tiap tahun, jadi cek SKB terbaru sebelum menyusun jadwal rilis. Kalau kabarmu jatuh di pekan libur panjang, pertimbangkan merilis lebih awal.

Lalu ada momen besar yang tidak tercantum di kalender. Contohnya hari pemungutan suara, pengumuman kebijakan besar, atau bencana. Saat itu, redaksi cenderung mendahulukan peristiwa yang sedang diikuti banyak orang. Tidak ada daftar resmi untuk momen seperti ini, jadi biasakan membaca berita dua atau tiga hari sebelum jadwal rilis.

Satu pengecualian: kalau kabarmu memang terkait momen itu, misalnya program Ramadan atau acara akhir tahun, tanggalnya justru dekat dengan momen tersebut. Rilis beberapa hari sebelumnya, bukan tepat di hari libur.

Kapan sebuah kabar paling layak dirilis?

Kabar paling layak dirilis ketika sudah pasti dan masih baru. Terlalu cepat bisa membuatmu meralat, terlalu lambat membuat kabarnya basi.

"Sudah pasti" artinya semua fakta di naskah tidak akan berubah. Kontrak kerja sama sudah diteken, tanggal pembukaan sudah final, dan semua pihak yang disebut sudah setuju namanya muncul. Merilis kabar yang masih "rencana" berisiko, karena berita yang sudah terbit tidak bisa sembarangan ditarik. Soal ini dibahas di Berapa Lama Press Release Tayang Setelah Dikirim ke Media?.

"Masih baru" artinya jarak antara kejadian dan rilis tidak terlalu jauh. Kemitraan yang diteken tiga bulan lalu lebih sulit dijual ke redaksi sebagai kabar baru dibanding yang diteken minggu ini.

Contoh situasinya: sebuah koperasi kopi di Temanggung meneken kerja sama ekspor dengan pembeli dari luar negeri. Pengurusnya ingin langsung rilis di hari penandatanganan, padahal pihak pembeli belum mengizinkan namanya disebut. Mereka menunggu dua hari sampai izin keluar, lalu merilis lengkap dengan nama dan kutipan kedua pihak. Contoh ini rekaan untuk latihan.

Apa itu embargo, dan kapan perlu dipakai?

Embargo adalah permintaan agar berita ditunda terbitnya sampai waktu tertentu. Pakai embargo kalau kamu ingin wartawan menyiapkan berita lebih awal, tapi kabarnya baru boleh terbit di jam yang kamu tentukan.

Istilah ini tercantum di Kode Etik Jurnalistik. Pasal 7 menyebut wartawan Indonesia menghargai ketentuan embargo sesuai dengan kesepakatan. Bagian penafsirannya mengartikan embargo sebagai "penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber" (RMOL).

Kata kuncinya "sesuai dengan kesepakatan". Embargo bukan perintah sepihak. Supaya jelas, tulis di bagian paling atas naskah, misalnya "EMBARGO: jangan diterbitkan sebelum Rabu, 4 November 2026, pukul 10.00 WIB". Kalau perlu, pastikan wartawan yang menerima naskah menyetujuinya.

Embargo cocok untuk kabar yang punya jam pasti: peluncuran produk yang diumumkan di panggung, hasil riset yang dipaparkan di konferensi, atau pengumuman bersama mitra.

Kalau kamu memakai jasa distribusi, tanyakan dulu apakah embargo bisa diatur. Kalau penyedia jasa tidak menjamin tanggal tayang, embargo lewat jalur ini belum tentu berjalan seperti yang kamu bayangkan.

Bagaimana mengatur waktu rilis sesuai jenis kabar?

Setiap jenis kabar punya titik waktu yang berbeda. Tabel ini merangkum patokan umumnya.

Jenis kabarKapan dirilisYang perlu disiapkan
Peluncuran produkDi hari peluncuran, bisa dengan embargoFoto produk, kutipan, tanggal tersedia
Pembukaan cabangBeberapa hari sebelum atau di hari pembukaanAlamat, jam buka, foto lokasi
Kerja samaSetelah kesepakatan diteken dan kedua pihak setujuIzin dan kutipan dari kedua pihak
EventSebelum acara untuk kabar rencana, sesudah acara untuk hasilnyaJadwal, pengisi acara, foto acara
Klarifikasi isuSecepatnya setelah fakta dipastikanData pendukung, kutipan pihak berwenang
Hasil risetSaat data final dan cara pengumpulannya siap dijelaskanRingkasan metode, angka utama

Rinciannya ada di panduan khusus, misalnya Contoh Press Release Peluncuran Produk Baru, Contoh Press Release Klarifikasi Isu, dan Press Release untuk Event.

Jam berapa sebaiknya naskah dikirim?

Kirim naskah di jam kerja, ketika kamu dan narasumbermu bisa dihubungi. Ini lebih penting daripada mengejar jam tertentu.

Redaksi kadang bertanya sebelum memuat: angka ini dari mana, jabatan narasumber apa, boleh minta foto lain? Kalau pertanyaan itu datang Jumat malam dan baru kamu balas Senin, naskahmu bisa tertunda. Jadi pilih waktu kirim ketika ada orang yang siap menjawab dalam beberapa jam berikutnya.

Beri juga jarak dari momen yang ingin kamu kejar. Tanggal tayang di media tidak bisa dipastikan, jadi menyetujui naskah sehari sebelum acara itu berisiko.

Sebelum mengirim, pastikan semua bahan sudah lengkap. Daftar cek lengkapnya ada di Checklist Sebelum Mengirim Press Release.

Tanya-jawab

Apakah merilis press release di akhir pekan itu buruk?

Tidak selalu buruk, tapi ada risikonya. Di akhir pekan, kamu dan narasumbermu mungkin sulit dihubungi kalau redaksi bertanya. Kalau kabarmu terjadi di akhir pekan, misalnya acara hari Sabtu, siapkan kontak yang tetap aktif.

Apakah boleh merilis press release saat hari libur nasional?

Boleh, tapi kabar bisnis yang tidak mendesak lebih mudah tergeser. Cek daftar libur nasional dan cuti bersama dari SKB terbaru, lalu pilih hari kerja sebelum atau sesudahnya. Pengecualiannya kabar yang memang terkait momen libur itu.

Apakah embargo pasti dipatuhi media?

Kode Etik Jurnalistik menyebut wartawan menghargai embargo sesuai kesepakatan. Artinya, embargo paling kuat kalau disepakati dengan jelas, bukan sekadar ditulis di naskah.

Berapa hari sebelum acara press release sebaiknya disiapkan?

Tidak ada angka baku, tapi makin awal makin aman. Sebagai patokan, siapkan bahan sekitar seminggu sebelumnya, supaya ada waktu untuk revisi dan persetujuan. Tanggal tayang di media tidak bisa dijamin, jadi jarak ini memberi ruang kalau ada yang telat.

Bagaimana kalau kabarku sudah lewat beberapa minggu?

Kabarmu masih bisa dirilis kalau ada sudut baru, misalnya hasil pertama setelah kemitraan berjalan. Tanpa sudut baru, redaksi lebih sulit melihatnya sebagai kabar.

Punya kabar yang sedang mengejar tanggal?

Partnermedia.id membantu dari penulisan naskah sampai distribusi press release ke media online nasional. Di paket distribusi, kamu bebas memilih media sesuai jumlah paket, ada garansi tayang, dan kamu menerima laporan link semua artikel. Umumnya artikel tayang sekitar 1×24 jam setelah naskah disetujui, media besar bisa 2 sampai 3 hari kerja, tapi tanggal tayang tidak dijamin karena redaksi yang memutuskan. Karena itu, makin awal kamu bercerita, makin longgar waktunya. Ceritakan kabar dan jadwalmu lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.

Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.

Konsultasi lewat WhatsApp