Chat WhatsApp

Press Release CSR: Cara Memberitakan Kegiatan Sosial tanpa Terkesan Pamer

· Partnermedia.id

Tangan menanam bibit di tanah
Foto: desanges bahindwa / Pexels

Jawaban singkat

Press release CSR terasa pamer kalau isinya memuji perusahaan. Supaya layak diberitakan, taruh masalah warga dan perubahan yang terjadi di depan, sebut angka yang bisa dicek, beri ruang suara mitra atau penerima manfaat, dan minta izin sebelum memotret atau menyebut nama penerima bantuan. Hindari kata seperti 'peduli' dan 'bangga' tanpa bukti.

Perusahaanmu baru membangun sumur bor di desa yang tiap kemarau kekurangan air. Wajar kalau kamu ingin kabar itu sampai ke publik. Masalahnya, banyak press release CSR justru dibaca sebagai iklan terselubung: penuh kata "peduli", foto seremoni serah terima, dan kutipan direktur yang memuji programnya sendiri. Panduan ini membahas cara menulis kabar kegiatan sosial yang tetap layak diberitakan, tanpa membuat perusahaan terlihat sibuk menepuk dada.

Apa itu press release CSR?

Press release CSR adalah kabar resmi dari perusahaan tentang program sosial atau lingkungan yang dijalankannya, dikirim ke redaksi media. CSR (corporate social responsibility) di aturan Indonesia disebut tanggung jawab sosial dan lingkungan, disingkat TJSL.

Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dalam naskah aslinya, mewajibkan perseroan yang usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam melaksanakan TJSL (Pasal.id). Aturan turunannya, PP Nomor 47 Tahun 2012, di Pasal 2 menyebut setiap perseroan sebagai subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan, dan di Pasal 6 mengatur pelaksanaannya dimuat dalam laporan tahunan perseroan (Pasal.id).

JDIH BPK mencatat UU Perseroan Terbatas sudah diubah lewat rangkaian aturan Cipta Kerja (JDIH BPK). Jadi, kalau program CSR-mu terkait kewajiban hukum, cek rumusan yang berlaku sekarang bersama bagian hukum perusahaan sebelum menulisnya di naskah.

Kenapa press release CSR sering terkesan pamer?

Penyebab utamanya, pusat ceritanya perusahaan, bukan warga yang terbantu. Pembaca diajak mengagumi pemberi bantuan, padahal yang menarik buat mereka adalah apa yang berubah di lapangan.

Beberapa tanda naskah CSR yang terasa pamer:

  • Judul diawali nama perusahaan dan kata "peduli" atau "berbagi".
  • Paragraf pertama berisi nilai bantuan dalam rupiah, tanpa menjelaskan masalah yang mau diselesaikan.
  • Kutipan direktur berisi pujian, misalnya "Ini bukti komitmen besar perusahaan".
  • Foto utama memperlihatkan jajaran pejabat memegang papan cek raksasa.
  • Penerima bantuan hanya muncul sebagai latar, tanpa nama, suara, atau keterangan.

Banyak redaksi terbiasa memangkas bahasa promosi. Naskah seperti di atas berisiko dipotong habis-habisan atau tidak dimuat. Soal batas antara kabar dan promosi, baca juga Press Release vs Advertorial.

Kegiatan sosial seperti apa yang layak dijadikan press release?

Kegiatan yang layak dirilis adalah yang punya kabar baru buat orang di luar perusahaan: masalah yang nyata, perubahan yang bisa diukur, atau cara yang belum umum. Seremoni penyerahan bantuan saja biasanya belum cukup.

Coba uji kabarmu dengan pertanyaan ini:

  • Masalah apa yang dihadapi warga sebelum program berjalan, dan siapa yang bisa menjelaskannya?
  • Apa yang berubah setelah program berjalan, dan adakah angka yang bisa dicek?
  • Apakah ada mitra lokal, misalnya pemerintah desa, sekolah, atau komunitas, yang terlibat sejak awal?
  • Apakah program ini berlanjut, atau selesai dalam satu hari?
  • Apakah ada hal yang bisa ditiru daerah lain?

Kalau sebagian besar jawabannya kosong, ceritakan dulu di situs atau media sosial perusahaan. Rilis ke media bisa menunggu sampai ada hasil yang bisa dilaporkan.

Bagaimana cara menulis press release CSR tanpa terkesan pamer?

Kuncinya, ganti sudut pandang dari "apa yang perusahaan berikan" menjadi "apa yang berubah bagi warga". Sesudah itu, biarkan fakta dan suara orang lain yang menilai programmu.

Ini langkah praktis yang bisa kamu ikuti:

  • Buka dengan masalah dan perubahan. Paragraf pertama menjawab siapa terbantu, apa yang berubah, di mana, dan kapan. Nama perusahaan boleh muncul, tapi bukan sebagai subjek yang dipuji.
  • Pakai angka yang bisa dicek. Jumlah keluarga yang kini mendapat air bersih lebih kuat daripada nilai donasi. Pastikan setiap angka punya catatan asal-usulnya.
  • Beri ruang ke suara di luar perusahaan. Kutipan kepala desa, guru, atau ketua kelompok tani terasa lebih jujur daripada pujian dari direktur. Kutipan mereka tetap harus disetujui orang yang bersangkutan.
  • Buat kutipan direktur menjelaskan alasan. Ceritakan kenapa program ini dipilih atau apa rencana berikutnya, bukan seberapa bangga perusahaan.
  • Jujur soal batas program. Kalau baru menjangkau satu dusun, tulis satu dusun. Klaim yang dibesar-besarkan mudah dibantah warga setempat.
  • Taruh profil perusahaan di akhir. Bagian penutup yang singkat tentang perusahaan sudah cukup. Detailnya ada di Apa Itu Boilerplate di Press Release.

Bandingkan dua gaya kalimat di tabel berikut:

Terasa pamerTerasa seperti kabar
PT Tirta Andalan Raya peduli warga Desa Sukamaju dengan menyerahkan bantuan sumur bor senilai ratusan juta rupiah.Sebanyak 140 keluarga di Desa Sukamaju kini tidak perlu berjalan dua kilometer untuk mengambil air setelah sumur bor desa beroperasi sejak Agustus.
"Program ini bukti komitmen besar perusahaan untuk masyarakat," kata Direktur Utama."Dulu warga antre di mata air sejak subuh, sekarang anak-anak bisa berangkat sekolah tepat waktu," kata Kepala Desa Sukamaju, Bambang Sutrisno.
Acara serah terima dihadiri jajaran direksi dan pejabat daerah.Pengelolaan sumur diserahkan ke badan usaha milik desa, yang menarik iuran perawatan bulanan dari warga.

Nama perusahaan, desa, orang, dan angka di tabel ini rekaan untuk latihan.

Bagaimana menjaga martabat penerima bantuan dalam foto dan naskah?

Minta izin sebelum memotret atau menyebut nama penerima bantuan, dan jangan menampilkan mereka dalam posisi yang merendahkan. Orang yang dibantu tetap berhak memutuskan apakah wajah dan kisahnya boleh dimuat di media.

Beberapa pegangan yang bisa kamu pakai:

  • Jelaskan dulu, baru minta izin. Sampaikan bahwa foto akan dikirim ke media online dan bisa tersimpan lama di internet. Catat siapa yang setuju.
  • Hati-hati dengan anak-anak. Untuk anak, minta izin orang tua atau wali. Kalau ragu, pilih foto dari belakang atau fokus ke kegiatan.
  • Hindari foto yang menonjolkan kemiskinan. Rumah rusak atau wajah menangis memang menyentuh, tapi bisa mempermalukan orang yang dipotret.
  • Lebih baik foto kegiatan daripada seremoni. Warga mengisi jeriken dari keran baru lebih bercerita daripada barisan orang memegang spanduk.
  • Jangan buka data pribadi. Alamat lengkap, nomor kontak, atau kondisi kesehatan penerima tidak perlu ada di naskah.
  • Hargai yang menolak. Kalau seseorang tidak mau namanya ditulis, sebut perannya saja, misalnya "seorang petani di Dusun Krajan".

Kalau penerima bantuan keberatan setelah naskah tayang, tanggapi dengan serius. Ingat, redaksi media yang memegang keputusan atas isi yang tayang, jadi koreksi perlu dibicarakan dengan mereka.

Tanya-jawab

Apakah semua perusahaan wajib membuat press release CSR?

Aturan yang dibahas di atas tidak menyebut kewajiban membuat press release untuk program CSR. Yang diatur PP 47/2012 adalah pelaksanaan TJSL dimuat dalam laporan tahunan perseroan dan dipertanggungjawabkan kepada RUPS (rapat umum pemegang saham). Press release adalah pilihan komunikasi, bukan laporan resmi.

Kapan waktu yang pas merilis kabar CSR?

Waktu yang paling kuat biasanya setelah ada hasil yang bisa dilaporkan, bukan saat seremoni pembukaan. Kalau ingin merilis di awal, fokuskan naskah pada masalah yang ingin diselesaikan dan rencana pengukurannya. Prinsip memilih waktu rilis dibahas di Kapan Waktu Terbaik Merilis Press Release?.

Boleh mencantumkan nilai bantuan dalam rupiah?

Boleh, asalkan angkanya akurat dan bukan satu-satunya isi kabar. Nilai rupiah lebih bermakna kalau disertai keterangan apa yang dihasilkan, misalnya jumlah sekolah atau keluarga yang terlayani. Kalau angka itu sensitif bagi mitra, bicarakan dulu sebelum ditulis.

Bagaimana kalau programnya kecil, misalnya bakti sosial satu hari?

Kegiatan kecil tetap bisa diceritakan, tapi belum tentu menarik bagi redaksi media nasional. Coba cari sudut yang lebih kuat, misalnya program rutin yang sudah berjalan bertahun-tahun, atau kegiatan yang melibatkan keahlian karyawan. Kalau tidak ada, unggahan di media sosial perusahaan mungkin lebih pas.

Apakah mitra program perlu menyetujui naskah?

Sebaiknya iya, terutama kalau nama, logo, atau kutipan mereka dicantumkan. Persetujuan mitra mencegah salah paham soal peran masing-masing pihak. Panduan izin bersama ada di Contoh Press Release Kerja Sama dan Kemitraan Bisnis.

Mau kabar CSR-mu ditulis sebagai berita?

Partnermedia.id bisa membantu menyusun press release CSR dengan gaya jurnalistik, lewat paket Naskah Saja untuk naskahnya atau paket distribusi ke media online nasional. Di paket distribusi, penulisan naskah sudah termasuk, kamu bebas memilih media sesuai jumlah paket, ada garansi tayang, dan kamu menerima laporan link semua artikel. Redaksi tetap berhak menyunting atau menolak naskah. Siapkan data program dan izin dari mitra serta penerima manfaat, lalu ceritakan kabarmu lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.

Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.

Konsultasi lewat WhatsApp