Chat WhatsApp

Contoh Judul Press Release yang Menarik untuk Berbagai Kabar Bisnis

· Partnermedia.id

Kertas di mesin ketik tua dengan satu baris ketikan pendek
Foto: Suzy Hazelwood / Pexels

Jawaban singkat

Judul press release yang menarik menyebut siapa melakukan apa, memakai kata kerja aktif, dan memuat detail yang bisa dicek, seperti tempat, jumlah, atau tanggal. Sebagai saran, cukup 10–15 kata. Hindari judul teka-teki, tanda seru berlebihan, dan kata 'terbaik' atau 'pertama' tanpa bukti, karena redaksi akan menguji isinya.

Judul adalah bagian pertama yang dibaca editor saat membuka email berisi press release. Kalau dari judul saja editor belum paham kabarnya, besar kemungkinan naskahmu dilewati. Judul press release yang menarik tidak perlu bombastis. Yang penting, judul itu langsung memberi tahu siapa melakukan apa. Di bawah ini ada prinsip singkatnya, langkah menyusunnya, contoh untuk delapan jenis kabar bisnis, dan pola judul yang sebaiknya kamu hindari.

Seperti apa judul press release yang menarik?

Judul press release yang menarik menyebut pelaku dan kejadiannya dalam satu kalimat pendek, memakai kata kerja aktif, dan memuat satu detail yang bisa dicek. Daya tariknya ada pada kejelasan kabar, bukan pada kata-kata heboh.

Empat prinsip yang bisa kamu pegang:

  • Siapa + apa. Nama bisnismu (atau jenis usahanya) ditambah kejadiannya. "Laundry Bersih Kilat Buka Cabang di Bekasi" sudah menjawab dua pertanyaan pertama editor.
  • Kata kerja aktif. Pilih "Buka", "Luncurkan", "Teken", "Gelar", atau "Bantah", bukan kata benda seperti "Peresmian" atau "Pelaksanaan". Kata kerja membuat judul terasa sebagai kejadian.
  • Angka yang bisa dicek. Jumlah cabang, jumlah peserta, tanggal, atau nama kota membuat judul lebih spesifik. Pastikan angkanya ada di badan naskah lengkap dengan asal-usulnya. Kode Etik Jurnalistik Pasal 3 menyebut wartawan Indonesia selalu menguji informasi, yang dalam penafsirannya berarti melakukan check and recheck kebenaran informasi (RMOL). Angka di judulmu termasuk yang akan dicek.
  • Sekitar 10–15 kata. Ini saran dari praktik, bukan aturan resmi. Judul sepanjang itu biasanya cukup memuat pelaku, kejadian, dan satu detail.

Prinsip dasarnya sudah dibahas singkat di Cara Menulis Press Release yang Dilirik Redaksi. Artikel ini memperdalam bagian judulnya.

Bagaimana cara membuat judul press release langkah demi langkah?

Cara paling mudah membuat judul press release adalah menulis kabarmu dalam satu kalimat lengkap, lalu memangkasnya sampai tinggal intinya. Judul yang baik hampir selalu lahir dari kalimat lead yang sudah jelas. Ikuti lima langkah berikut.

  • Tulis kabarmu dalam satu kalimat. Contoh rekaan: "Koperasi Tani Makmur Jaya menandatangani kerja sama pasokan sayur dengan 12 restoran di Bandung mulai November 2026."
  • Buang kata yang tidak menambah informasi. "Menandatangani kerja sama" bisa jadi "Teken Kerja Sama". Bulan bisa disimpan untuk lead.
  • Pilih satu detail pembeda. Di contoh ini, "12 restoran di Bandung" lebih kuat daripada tanggal.
  • Cocokkan dengan lead. Semua yang ada di judul harus muncul lagi di paragraf pertama. Kalau judul menjanjikan sesuatu yang tidak ada di isi, editor akan curiga.
  • Baca sebagai orang luar. Bayangkan kamu belum pernah mendengar nama bisnismu. Apakah judul itu masih jelas?

Hasilnya: "Koperasi Tani Makmur Jaya Teken Kerja Sama Pasokan Sayur dengan 12 Restoran di Bandung" (14 kata).

Judul yang jelas juga berguna setelah kabarmu dimuat. Google menyusun judul tautan di hasil pencarian antara lain dari elemen <title> dan judul utama yang tampil di halaman, dan menyarankan judul yang deskriptif, ringkas, serta tidak dijejali kata kunci (Google Search Central). Tapi ingat, redaksi berhak mengganti judulmu. Anggap judul yang kamu kirim sebagai usulan terbaikmu.

Apa saja contoh judul press release untuk tiap jenis kabar bisnis?

Berikut contoh judul press release untuk delapan jenis kabar bisnis, masing-masing dengan versi lemah dan versi yang lebih kuat. Versi lemah umumnya kabur atau berbau iklan, sedangkan versi kuat menyebut pelaku, kejadian, dan satu detail.

Jenis kabarVersi lemahVersi lebih kuat
Peluncuran produk"Produk Revolusioner Kami Akhirnya Hadir!""Dapur Ranti Luncurkan Sambal Kemasan Rendah Garam untuk Toko Ritel di Jawa Timur"
Pembukaan cabang"Grand Opening Cabang Baru, Jangan Sampai Ketinggalan""Laundry Bersih Kilat Buka Cabang Ketiga di Bekasi Timur dengan Layanan Antar-Jemput"
Kerja sama"Sinergi Strategis demi Masa Depan Bersama""Koperasi Tani Makmur Jaya Teken Kerja Sama Pasokan Sayur dengan 12 Restoran di Bandung"
Klarifikasi"HOAKS! Ini Fakta yang Sebenarnya""Pabrik Roti Lintang Pagi Bantah Kabar Penutupan, Produksi di Bogor Tetap Berjalan"
Event"Event Paling Seru Tahun Ini Segera Digelar""Paguyuban Perajin Batik Pekalongan Gelar Pameran Tiga Hari di Semarang pada 14–16 November"
Pendanaan"Startup Kami Sukses Besar Raih Kepercayaan Investor""Aplikasi Kasir Lumbung Kas Raih Pendanaan Awal untuk Masuk Lima Kota di Sumatra"
Rebranding"Wajah Baru, Semangat Baru!""UD Tiga Saudara Berganti Nama Menjadi Tigasa Bangunan, Seluruh Alamat Toko Tetap"
CSR"Wujud Kepedulian Kami untuk Negeri""Katering Dapur Ibu Sediakan Makan Siang Gratis untuk Tiga SD di Kecamatan Cileungsi"

Semua nama usaha, angka, dan tanggal di tabel ini rekaan untuk latihan.

Perhatikan pola di kolom kanan. Tiap judul dibuka dengan nama pelaku, langsung disusul kata kerja, lalu ditutup dengan detail yang bisa diverifikasi. Untuk kabar klarifikasi dan rebranding, judul juga menjawab kekhawatiran pembaca ("produksi tetap berjalan", "alamat tetap"), karena itu yang paling ingin mereka ketahui.

Contoh naskah lengkap untuk beberapa jenis kabar ini ada di contoh press release peluncuran produk, contoh press release kerja sama, dan contoh press release klarifikasi.

Pola judul apa yang membuat press release ditolak redaksi?

Pola yang paling sering membuat naskah dilewati adalah judul umpan klik, superlatif tanpa bukti, dan judul yang tidak menyebut kejadian. Ketiganya membuat editor harus bekerja lebih keras untuk tahu apa kabarnya, atau malah membuatnya ragu pada isi naskah.

Judul umpan klik (clickbait). Dalam penelitian yang didanai Dewan Pers terhadap 17 media siber terverifikasi pada Juli–September 2022, sebagian besar responden menyebut clickbait sebagai judul yang tidak sesuai isinya atau berita bohong (LPDS). Google News juga tidak mengizinkan konten pratinjau yang menyesatkan pengguna agar membukanya dengan janji detail yang tidak ada di isinya (Google Publisher Center). Judul seperti "Rahasia di Balik Kesuksesan Toko Ini" termasuk pola yang perlu dihindari.

Superlatif tanpa bukti. "Pertama di Indonesia", "terbesar", atau "terbaik" akan diuji redaksi. Kalau kamu tidak punya data yang bisa ditunjukkan, kata itu justru menurunkan kepercayaan pada seluruh naskah. Ganti dengan fakta yang lebih kecil tapi pasti, misalnya "cabang ketiga" atau "untuk 20 peserta".

Judul tanpa kejadian. "Langkah Baru Menuju Pelayanan Prima" tidak menyebut siapa dan apa. Editor harus membuka naskah dulu untuk mengerti kabarnya.

Huruf kapital semua dan tanda seru. "PROMO SPESIAL!!!" terbaca seperti spanduk toko, bukan kabar.

Singkatan dan nama internal. "Program SIGAP 2.0" atau "Hadirnya Seri Aurora X" tidak berarti apa-apa bagi orang luar. Jelaskan dulu apa program atau produknya, baru sebut namanya di badan naskah.

Perlukah subjudul di bawah judul press release?

Subjudul tidak wajib, tapi berguna kalau ada satu detail penting yang tidak muat di judul. Isinya satu kalimat yang melengkapi judul, bukan mengulanginya.

Contoh rekaan: judul "Laundry Bersih Kilat Buka Cabang Ketiga di Bekasi Timur", subjudul "Cabang baru melayani antar-jemput gratis dalam radius tiga kilometer selama bulan pertama." Dengan cara ini judul tetap pendek dan detailnya tidak hilang.

Tanya-jawab

Berapa kata panjang judul press release yang ideal?

Tidak ada aturan resmi soal panjang judul press release. Sebagai saran praktik, 10–15 kata biasanya cukup untuk memuat pelaku, kejadian, dan satu detail. Kalau judulmu jauh lebih panjang, pindahkan sebagian detailnya ke subjudul atau lead.

Bolehkah judul press release berbentuk pertanyaan?

Sebaiknya tidak. Judul berbentuk pertanyaan menunda informasi, padahal editor ingin tahu kabarnya dalam sekali baca. Bentuk pertanyaan lebih cocok untuk artikel opini atau konten di blogmu sendiri.

Apakah nama perusahaan harus ada di judul?

Sebaiknya ada, karena nama pelaku adalah bagian dari "siapa". Kalau nama bisnismu belum dikenal, kamu bisa menambahkan keterangan jenis usaha atau kota, misalnya "Produsen Sambal asal Malang".

Apakah redaksi akan memakai judul yang saya kirim?

Belum tentu. Redaksi berhak menyunting naskah, termasuk mengganti judul agar sesuai gaya medianya. Judul yang jelas dan akurat membantu editor memahami kabarmu lebih cepat, dan sering kali tidak banyak diubah.

Bagaimana menulis judul press release untuk kabar yang tidak punya angka?

Ganti angka dengan detail lain yang bisa dicek, seperti nama kota, nama mitra, atau tanggal. "Klinik Gigi di Cirebon Mulai Layani Pasien pada Hari Minggu" tetap spesifik meski tanpa angka (contoh rekaan).

Butuh judul dan naskah yang siap dikirim?

Kalau kabarnya sudah ada tapi kamu ragu menyusun judul dan naskahnya, paket Naskah Saja dari Partnermedia.id (Rp150 rb) menghasilkan naskah 300–500 kata bergaya jurnalistik dalam format Word dan Google Docs, selesai 1–2 hari kerja. Kalau kamu juga ingin kabarnya didistribusikan ke media online nasional, paket distribusi sudah termasuk penulisan naskah gratis, garansi tayang, dan laporan link semua artikel. Redaksi tetap berhak menyunting atau menolak naskah. Ceritakan kabarmu lewat WhatsApp, Senin–Jumat pukul 09.00–18.00.

Mau kabar bisnismu tayang di media online nasional? Partnermedia.id bantu tulis naskahnya dan kirim ke media pilihanmu.

Konsultasi lewat WhatsApp